Ngetes ngemix 3 lagu, baru nyoba2 transisi doang yang aman gimana

POKE RAP UPDATED! hahahaha

the-absolute-best-posts:

korranation:

WE MISSED YOU BOTH SO MUCH.

:)

Suaranya kayak audra mae

Orisinil atau bajakan?

Kira-kira sebulan yang lalu, baru aja ada expo game terbesar yaitu E3 2013. Event tahunan ini kira-kira isinya mirip dengan pameran komputer dimana developer game dan konsol ngumpul untuk memamerkan karya mereka yang akan segera mereka rlis. Dan kemarin di expo itu juga sedang heboh-hebohnya pergunjingan orang-orang antara rilis PS4 vs Xbox One. Tertarik kenapa orang-orang pada ribut, gw mencoba sedikit memantau..

Inti dari orang-orang pada ribut adalah gara-gara kebijakan microsoft yang mempersulit para konsumen untuk menggunakan game yang mereka beli nantinya. Kebijakan tersebut kira-kira isinya adalah game yang sudah dibeli tidak mudah untuk diberikan maupun dipinjamkan kepada orang lain karena sudah terikat dengan akun dari pemilik game tersebut. Banyak regulasi tambahan yang harus dilalui untuk bisa melakukan itu.

Kenapa sih repot-repot si microsoft bikin kebijakan kayak gitu? Gampang aja, untuk menghindari pembajakan. Untuk menekan pembajakan microsoft menggunakan cara tadi sehingga, minimal setiap konsol akan menggunakan 1 kopian game tersebut dan keuntungan publisher dan developer game bisa sesuai dengan ekspektasi dan target mereka.

Langsung kita to the point:

Publisher dan developer itu seperti seniman. Kalo diibaratkan penyanyi itu adalah developer, publisher itu perusahaan rekording dimana dia bernaung. Developer yang membuat game, publisher yang bertugas ngejualin gamenya.

Seorang penyanyi pasti pengen banget bisa membawakan lagu dan dinikmati sama pendengar maupun penontonnya. Begitu juga developer game, mereka juga pengen membawa yang terbaik biar yang membeli game tadi bisa menikmati. Tapi ada suatu perbedaan antara kedua seniman tadi. Sumber pendapatan mereka. Kalu penyanyi bisa mendapatkan uang dari rekaman yang mereka jual dan hasil dari konser. Si developer cuman bisa dapet uang dari.. kopian yang terjual dari game mereka.

Perlu digaris bawahi industri game bukanlah lahan yang murah. Kita bahas dari harga gamenya dulu. Harga game bervariasi dari yang orang-orang sebut AAA yang bisa nyampe $60 (Rp. 600.000 biar keliatan sakit mahalnya) kayak game Tomb Rider, Crysis, COD, dll (game-game berat). Dan juga game- game indie yang bervariasi dari $10 - $20. Dan tidak upa banyak game gratisan juga.

Harga game di atas tadi dipengaruhi juga sama production value, yang kira-kira diterjemahinnya seberapa besar pengeluaran developer buat bikin game tadi. Sebagai referensi kita kasih liat yang semacam langit dan bumi.

- GTA IV: $100 juta

- Crysis III: $60 juta

- World of Goo: $96 rb

- salah satu game indie Dustforce: $100 rb

- terkadang ada juga developer yang iseng-iseng bikin game karena hobi jadi ga ngaruh sama pengeluaran dia.

Untuk hitung-hitungan rumusnya kira kira seperti ini tiap developer ngelarin duit buat biaya development:

minimum cost to make a game = cost of living × time needed × team size

dari situ bisa lah ya diperkirakan berapa gaji tiap developer dan juga berapa kopi game yang jadi target buat balik modal atau surplus. kalo misal GTA 4 1 game $60 brarti butuh: 1.666.667 kopi terjual buat balik modal. Kalo dustforce? dengan harga $10 minimal butuh 10rb kopi buat balik modal. Salah satu artikel bagus developer yang terang-terangan menceritakan gimana susahnya bikin game dan jual game bisa dilihat di sini: http://hitboxteam.com/dustforce-sales-figures

—————————————

"Males bro, ga ada duit buat beli asli, mending beli dvdnya di kaskus ato donlot dari torrent"

atau "Gw masih mental pembajak nunggu gratisan, haha"

Inilah yang sering gw dengar ketika coba nawarin ke beberapa temen buat ngajak beli game asli. Mental? mungkin. Tapi ini lebih karena di Indonesia sendiri hal ini udah jadi budaya. Kecendrungan di Indonesia atau umumnya negara ketiga yang menganggap properti intelektual seperti game adalah sesuatu yang tidak perlu keluar banyak biaya hanya untuk bermain,

Ketika gw masih SD gw minjem SNES (Super Nintendo Enterainment System) sodara gw dan gw cuman mainin game yang itu-itu aja, bahkan kayaknya itu game yang udah dari bawaan pas beli nintendo tadi. SNES masih menggunakan media kaset. Sehingga sulit untuk dibajak saat itu,

Lalu mulai masuk PS1 dimana kasetnya bermedium CD. Pilihan gamenya sangat banyak dan gw sering gonta-ganti mainan tiap minggunya di rumah temen. Kaset PS1 murah, cuman Rp.10rb waktu itu. Padahal harga game orisinil dari dulu sampai sekarang hampir sama $60 dolaran.

Waktu dulu kita mana ngerti apa itu kaset asli dan bajakan. Asalkan bs kebeli dan dimainin yabg terus bertahan sampe udah gede sekarang. Rusak? memang. Tapi hal ini memang ga hanya kejadian di indonesia. Di China bahkan lebih keren, game PS1 ada yang diconvert jadi game Nintendo (liat di youtube FF VII NES) biar orang-orang pada ngira itu game yang sama padahal sistem beda (kalo inget PS-PSan yang bisa dimasukin kaset nintendo, nah itu maksud gw).

Semakin ke sini internet semakin berkembang, dan konten digital pun semakin menjadi pilihan, game bajakan pun semakin mudah diambil dari torrent, mediafire dll. Pembajakan makin gila. Apalagi game PC yang paling rentan saat ini. Coba deh kita itung, udah berapa kali kita donlod game Plant vs Zombie terus pas temen ada yang minta udah berapa kali kita ngopiin game itu ke mereka. 1 game PvZ itu (harga iOS deh biar ga nyesek) $0.99 (Rp.10rb). dan kita ngasih ke 5 temen kita. Selamat! kita sudah merugikan PopCap cuman sebsear Rp.50rb. ketika biaya development mereka bisa sampe Rp 1 Milyar.

Untung aja di US dan negara maju regulasi properti intelektual kayak gini lebih ketat dan masyarakatnya sudah terbiasa membeli konten orisinil. Game PvZ laku keras di sana dan itu bisa bikin sukses mereka kayak sekarang.

"Ga ngaruh kan? toh kita bajak mereka masih bisa sukses!"

Tapi gimana kalo game yang kita kopi itu buatan anak bangsa. Yang ternyata punya potensi dan malah mati di hari pertama penjualan gara-gara gamenya dibajak dan kita punya game bajakannya itu…

Ini pernah kejadian sama suatu studio game di yogya yang baru hari pertama rilis gamenya udah dibajak. Akhirnya penjualannya tidak menutupi biaya development dan terpaksa gulung tikar. Sakit? Pasti. Selain kerja keras lo dalam waktu lama ga terbayar, duit yang lo keluarin juga ga balik. Padahal niatnya satu, biar konsumen yang beli game lo bisa menikmatinya. Walaupun kejaran awalnya pasti duit, tapi ketika lo mendapat respon dari sesuatu yang lo buat, pasti lo merasa jauh lebih puas.

——————————

Postingan panjang lebar di atas tadi bermaksud mengingatkan kepada kita-kita. Kalo pembajakan, dalam kasus ini, game, sangatlah merugikan. Memang harga game itu mahal kalau yang orisinil. Gw sendiri ga mampu buat beli game-game ketika harganya memasuki ratusan ribu. Tapi setidaknya gw mencoba untuk menghargai kerja keras developer ketika harganya di-diskon. Loh??

image

Sedikit share library game PC yang baru aja nambah lagi isinya baru-baru ini gara-gara ada steam summer sale. Entah kenapa gw merasa puas karena bisa membeli beberapa game-game ini karena satu hal yaitu orisinil.

Seperti yang dilihat di atas itu adalah koleksi game steam gw. Dengan kisaran harga total kira-kira $120 (1.2 jutaan) dan itu semua kebeli kalo diitung-itung cuman 300rb, haha. Steam terkadang memberi diskon ketika di saat-saat tertentu, dari situ ketika harga menjadi murah (kira-kira masuk 50rb-100rb) barulah dibeli. Tinggal kita bersabar menunggu saja, semua bisa menjadi turun harganya. Selain itu gw dapet fitur dari game yang ga bisa didapat dari bajakan (patch, multiplayer dll.) yang umumnya perlu lisensi orisinil.

Kalo lo masih kekeuh sama pemikiran kalo game harusnya ga keluar biaya banyak dan harusnya duitnya bisa buat hal berguna. Ada yang namanya humble bundle. Di sini lo bisa melakukan charity dengan nyumbang min $1 dolar yang bisa lo tentuin sendiri berapa persen buat charity berapa persen buat dikasih ke developer. Kadang paket yang ditawarin ga cuman ngasih 1 game, bahkan 2 atau 3 lebih. Dan di sini ga cuman game aja, ada ebook, film, mp3 dll. mantep ga tuh?

Yok mulai tolak bajakan. Mari kita mulai dari sendiri :D

Bite my shinny metal ass! #bender #futurama #instadraw

Bite my shinny metal ass! #bender #futurama #instadraw

Conversation of God and Bender

  • (Bender ,due to some accident with space pirates and a torpedo shoot, was left in space. He became A PLANET to Shripkins [little people] who worshiped him [to make the long story short] until they all killed each other… Bender drifts in space…Fry on earth resolves to all measures to get Bender back…)
  • (…Scene cuts…Fry consults a priest…)
  • FRY: So that's my story Father Changstein el Gamahl. Is there anything religion can do to help me find my friend?
  • PRIEST: Well, we could join together in prayer.
  • FRY: Uh-huh but is there anything useful we can do?
  • PRIEST: No.
  • (…Scene cuts...)
  • BENDER: Hey, that galaxy's signaling in binary! I gotta signal back! But I only know enough binary to ask where the bathroom is. (shouting) You speak English?
  • GALAXY: I do now.
  • (It pulls Bender towards it.)
  • BENDER: What are you some kind of galactic computer?
  • GALAXY: Possible. I am user friendly. My good chum.
  • BENDER: Who built you?
  • GALAXY: I have always been.
  • BENDER: Oh my God. Are you God?
  • GOD: Possible. I do feel compassion for all living things. My good chum.
  • BENDER: But why would God think in binary? Unless...you're not God, but the remains of a computerized space probe that collided with God.
  • GOD: That seems probable.
  • (…scene cuts…)
  • BENDER: So, do you know what I'm gonna do before I do it?
  • GOD: Yes.
  • BENDER: What if I do something different?
  • GOD: Then I don't know that.
  • BENDER: Cool, cool! I bet a lot of people pray to you huh?
  • GOD: Yes, but there are so many asking so much. After a while you just sorta tune it out.
  • BENDER: Y'know, I was God once.
  • GOD: Yes I saw. You were doing well until everyone died.
  • BENDER: It was awful. I tried helping them. I tried not helping them but in the end I couldn't do them any good. Do you think what I did was wrong?
  • GOD: Right and wrong are just words. What matters is what you do.
  • BENDER: Yeah I know, that's why I asked if what I did - forget it.
  • GOD: Bender, being God isn't easy, if you do too much, people get dependent. And if you do nothing, they lose hope. You have to use a light touch, like a safecracker or a pickpocket.
  • BENDER: Or a guy who burns down the bar for the insurance money.
  • GOD: Yes, if you make it look like an electrical thing. When you do things right, people won't be sure you've done anything at all.
  • BENDER: Does that mean you wouldn't send me back to Earth even if I prayed to you?
  • GOD: Earth? Which way is that?
  • (Bender looks around.)
  • BENDER: (sadly) I don't know.
  • (...Scene cuts…) (Fry and Leela tried to contact Bender using a radio telescope which the monks use to make communication with God. Fry left the mic on… )
  • FRY: (sadly) You're right. I'm never gonna see him again. I know he was evil and on more than one occasion he, he actually stole my blood. (He knocks the dish controller.) But still, I wish I had Bender back.
  • (...Pullback...) (The radio telescope echoes his words into the depths of space and the signal reaches God. Bender is asleep.)
  • GOD: Huh?
  • (Bender wakes up.)
  • BENDER: Huh? Wha? You say something?
  • GOD: No, no. Well so long. Remember what we talked about.
  • (He straps a parachute to Bender and throws him towards Earth. Bender screams.)
  • BENDER: Hot hot hot hot!
  • (He screams and the parachute opens and he lands on the mountain next to Fry and Leela. He is glowing red hot.)
  • FRY: Bender! It's a miracle! (He hugs him and burns himself.) Ow!
  • LEELA: This is by a wide margin the least likely thing that has ever happened.
  • BENDER: Guys, you'll never believe what happened. First I was God then I met God!
  • FRY: We climbed a mountain and locked up some monks.
  • LEELA: Oh no the monks. We forgot to let them out of the laundry room.
  • FRY: Do we have to? I mean they're monks. I'm sure their God will let them out or at least give them more shoes to eat.
  • BENDER: Fat chance. You can't count on God for jack. He pretty much told me so himself. Now come on. If we don't save those monks no one will!
  • (He takes off his parachute and sets of to save the monks.)
  • (Pullback. God chuckles to Himself.)
  • GOD: When you do things right, people won't be sure you've done anything at all.//
Slender. Drawed with sketchbook ink for android

Slender. Drawed with sketchbook ink for android

Faith in gaming restored!

Faith in gaming restored!

carlakarura:

Lima tahun lalu, ada dua anak ngotot banget ingin kuliah di suatu institut teknologi negeri terkemuka di Bandung. Setelah gagal di ujian saringan masuk, si anak perempuan memutuskan untuk berganti haluan memilih suatu universitas negeri yang sama dengan institut tersebut pada seleksi nasional PTN, sedangkan sang anak lelaki tetap bersikukuh dengan pendiriannya dan impiannya.
Ada satu janji yang masih diingat oleh si anak perempuan saat masa galau-ingin-masuk-perguruan-tinggi dulu “Kalau keterima SNMPTN nanti, gw jadi orang pertama yang dikabari!”
dan janji itu terpenuhi.
Hampir lima tahun berselang, inilah kedua anak yang saya ceritakan :)

“Maaf lulus duluan, Will. Ayo segera menyusul. Jangan lupa gw juga harus jadi salah satu dari orang pertama yang dikabari akan kelulusan lo :’)”

Terima kasih untuk kedatangannya-yang-ternyata-adalah-kejutan, abang @williamjdt!

:’)
Saya akan pastikan itu terjadi! Tunggu saja kejutannya..

carlakarura:

Lima tahun lalu, ada dua anak ngotot banget ingin kuliah di suatu institut teknologi negeri terkemuka di Bandung. Setelah gagal di ujian saringan masuk, si anak perempuan memutuskan untuk berganti haluan memilih suatu universitas negeri yang sama dengan institut tersebut pada seleksi nasional PTN, sedangkan sang anak lelaki tetap bersikukuh dengan pendiriannya dan impiannya.

Ada satu janji yang masih diingat oleh si anak perempuan saat masa galau-ingin-masuk-perguruan-tinggi dulu “Kalau keterima SNMPTN nanti, gw jadi orang pertama yang dikabari!”

dan janji itu terpenuhi.

Hampir lima tahun berselang, inilah kedua anak yang saya ceritakan :)

“Maaf lulus duluan, Will. Ayo segera menyusul. Jangan lupa gw juga harus jadi salah satu dari orang pertama yang dikabari akan kelulusan lo :’)”

Terima kasih untuk kedatangannya-yang-ternyata-adalah-kejutan, abang @williamjdt!

:’)

Saya akan pastikan itu terjadi! Tunggu saja kejutannya..